BAGIAN 02 · PROSEDUR OPERASIONAL GUDANG
SOP 5 langkah memisahkan stok konsinyasi
dari penerimaan barang hingga penyelesaian bagi hasil.
Untuk mencegah selisih stok fisik dan kekeliruan perhitungan margin, jalankan lima tahapan tata kelola persediaan titipan secara disiplin:
01
Perjanjian Konsinyasi Tertulis yang Komprehensif
Tetapkan hak dan kewajiban kedua belah pihak secara tertulis: persentase komisi bagi hasil, periode display (misalnya 60 hari), hak retur atas barang yang tidak terjual, jadwal pelaporan penjualan (sales-out), batas waktu transfer pelunasan, serta siapa yang menanggung risiko barang cacat, susut, atau hilang.
02
Pelabelan SKU Unik & Pemisahan Rak Fisik
Setiap barang konsinyasi yang masuk wajib diberi label kode SKU khusus yang mencantumkan identitas konsignor (misalnya KONS-[KODE KONSIGNOR]-[PRODUK]). Di gudang dan area etalase, letakkan barang pada rak atau bin khusus yang bertanda jelas agar staf gudang tidak keliru mengambil barang saat pengiriman order toko.
03
Buku Pembantu Memorial (Kartu Stok Khusus)
Catat mutasi masuk dan keluar barang konsinyasi pada kartu stok memorial yang terpisah dari buku inventaris utama. Kartu stok ini mendokumentasikan: tanggal penerimaan, nomor surat jalan penitipan, jumlah masuk, jumlah terjual, barang retur, dan sisa saldo fisik di tangan toko.
04
Laporan Penjualan (Sales-Out) & Pembayaran Terjadwal
Setiap akhir periode (misalnya tanggal 30 setiap bulan), toko menerbitkan Laporan Penjualan Konsinyasi yang merinci item yang terjual, total penerimaan kas, potongan komisi toko, dan jumlah bersih yang ditransfer ke rekening bank konsignor, disertai pelunasan tepat waktu.
05
Stock Opname Fisik Bersama & Berita Acara Selisih
Lakukan penghitungan fisik bersama (stock opname) secara berkala. Cocokkan jumlah fisik yang ada di rak dengan saldo pada kartu stok memorial. Jika ditemukan selisih (kehilangan atau kerusakan), tuangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi Stok dan selesaikan ganti rugi sesuai klausul perjanjian.